Pendahuluan
Puasa (shaum) adalah menahan diri dari makan dan minum serta
segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari makan dan minum serta
segala perbuatan yang bisa membatalkan, mulai dari terbit fajar hingga terbenam
matahari, dengan syarat tertentu yang harus dijalankan untuk meningkatkan
ketakwaan seorang muslim. Disebutkan dalam Al-Qur’an, bahwa Allah SWT
memerintahkan kepada Siti Maryam, ibunda Nabi Isa a.s. sebagai berikut:
فَكُلِي وَٱشۡرَبِي وَقَرِّي عَيۡناۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدا فَقُولِيٓ إِنِّي نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَٰنِ صَوۡما فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡيَوۡمَ إِنسِيّا
“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu
melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar
berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan
seorang manusiapun pada hari ini”. (QS. Maryam, 19:26)
Sehingga secara terminologis, puasa adalah:
اْلإِمْسَاكُ عَنِ اْلأَكْلِ
وَالشُّرْبِ وَغَشَيَانِ النِّسَاءِ مِنَ الْفَجْرِ إِلَى الْمَغْرِبِ
إِحْتِسَاباً لِلَّهِ وَإِعْدَادًا لِلنَّفْسِ وَ تَهِـيِـيْئةً لَهاَ لِتَقْوَى
اللهِ باِلْمُرَاقَبَةِ وَترْبِيَةِ اْلإِرَادَةِ
“Menahan diri dari makan, minum dan bersenggama, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib), karena mengharap keridhaan Allah dan menyiapkan diri untuk bertaqwa kepada Allah dengan jalan muraqabah (merasa selalu diperhatikan Allah) disertai mendidik kehendak dan keinginan,” (Rasyid Ridha, al-Manar, 1373 hal. 143).
Puasa dalam agama Islam dibedakan menjadi dua yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang harus dikerjakan dan akan mendapatkan pahala, kemudian jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa. Puasa wajib meliputi puasa Ramadhan, puasa nazar, puasa kifarat, dan puasa qodho’. Sedangkan puasa sunnah adalah puasa yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa. Puasa sunnah meliputi puasa enam hari bulan Syawal, puasa Arafah, puasa Tarwiyah, puasa Senin Kamis, puasa Daud, puasa tasu’a, puasa ‘Asyura, puasa Ayyamul Bidh. puasa sya’ban dan puasa di bulan Haram.
Pada puasa sunnah terdapat satu puasa sunnah yang paling
utama yaitu Puasa Nabi daud ‘Alaihissalam. Nabi daud ‘alaihissalam adalah
seorang Nabi yang dicintai oleh Allah swt karena keseimangan dan
kedisiplinannya. dalam artikel ini, akan kita bahas makna, keutamaan, serta
hikmah dari puasa Nabi daud yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Isi
Dikutip dari laman NU Online, puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan dengan waktu selang-seling, yakni satu hari puasa dan satu hari tidak. Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling disukai oleh Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda,
إِنَّ
أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ
صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ
ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Artinya:
"Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah Puasa Daud, dan salat yang
paling disukai Allah adalah sholat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan
malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada
seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka
sehari berikutnya" (HR al-Bukhari dan Muslim).
Puasa Daud adalah salah satu jenis puasa sunnah yang memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam. Merujuk pada NU Online, berikut adalah tiga keutamaan utama dari Puasa Daud:
Puasa
Daud adalah puasa yang paling dicintai oleh Allah SWT. Hal ini berdasarkan
hadits Rasulullah SAW yang bersabda:
Puasa
yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling
disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam,
bangun pada sepertiga malam terakhir, lalu tidur kembali pada seperenam malam
terakhir. Sedangkan untuk puasanya, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari
berikutnya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Sebagai bentuk kasih sayang Islam kepada penganutnya, sebagaimana dikisahkan seorang sahabat bernama Abdullah bin Umar ra berpuasa sepanjang hari, lalu pada malam hari ia pergunakan untuk shalat. Hal ini lantas mengundang tanya Rasulullah kepadanya.
“Wahai
‘Abdullah, apakah benar berita bahwa kamu puasa seharian penuh lalu kamu shalat
malam sepanjang malam?” “Benar wahai Rasulullah,” aku ‘Abdullah.
“Janganlah
kamu lakukan itu, tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malamlah dan
tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, istrimu
punya hak atasmu, dan tamumu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kamu
berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan karena bagimu setiap kebaikan akan
dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kamu sudah
melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya,” tegur Nabi.
‘Abdullah
meminta tambahan, ia merasa lebih kuat dari sekadar berpuasa tiga hari dalam
setiap satu bulan. Lantas, Nabi menyuruhnya melakukan puasa Daud, dengan satu
hari berpuasa dan satu hari tidak.
Wujud
puasa sunnah yang paling utama sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “Puasa
yang paling utama adalah puasanya Nabi Daud ‘alaihissalam, ia berpuasa sehari
dan berbuka (tidak berpuasa) sehari” (HR an-Nasa'i).
Penutup
Puasa Nabi Daud ‘alaihissalam bukan hanya ibadah sunnah
biasa, tetapi merupakan bentuk kedekatan yang tinggi antara hamba dengan
Tuhannya. Melalui puasa ini, kita diajarkan tentang keseimbangan, kesabaran, dan konsistensi dalam beribadah. Meskipun
tidak semua orang mampu menjalankannya, meneladani semangatnya adalah bentuk
kecintaan kepada Allah dan sunnah para nabi. Semoga kita dimampukan untuk
menjadi hamba yang istiqomah dalam ibadah, dan meraih cinta Allah sebagaimana
Nabi Daud telah menginspirasi kita semua.
Referensi
Jabar.nu. 2021.Fighus Shiyam (1): Pengertian
Puasa ramadhan dan Landasan Hukumnya. Diakses pada 25 Juni 2025 di https://jabar.nu.or.id/syariah/fiqhus-shiyam-1-pengertian-puasa-ramadhan-dan-landasan-hukumnya-S6t6Q.
Sekolah
Darut Tauhid Indonesia. 2024. Pengertian, Tata Cara hingga Keutamaan Puasa
Duad. Diakses pada 25 Juni 2025 di https://daaruttauhiid.sch.id/pengertian-tata-cara-hingga-keutamaan-puasa-daud/.
Wikipedia.
2025. Saum. Diakses pada 25 Juni 2025 di https://id.wikipedia.org/wiki/Saum.
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230721161326-569-976212/pengertian-niat-dan-tata-cara-puasa-daud

Komentar
Posting Komentar